Lambang Bilangan Romawi

Lambang Bilangan Romawi


Bilangan Romawi adalah sistem penomoran yang berasal dari Kerajaan Romawi (753 – 509 SM). Sistem penomorannya menggunakan huruf latin.

Tujuh lambang utama bilangan Romawi antara lain:
Bilangan Asli
1
5
10
50
100
500
1.000
Bilangan Romawi
I
V
X
L
C
D
M


Meskipun jarang dipakai, bilangan Romawi juga memiliki simbol untuk angka yang lebih besar dari 1000. Sebuah bar/garis “‾” diletakkan di atas simbol bilangan romawi dasar untuk menunjukkan bahwa angka tersebut adalah hasil perkalian dengan 1000.


Aturan penulisan dari bilangan asli menjadi bilangan Romawi adalah sebagai berikut:
No.
Aturan
Contoh
1.
Penulisan bilangan asli menjadi bilangan Romawi dengan cara menguraikan bilangan asli penyusunnya.
a.  7 = 5 + 1 + 1
        = V + I + I
        = VII
b. 112 = 100 + 10 + 1 + 1
          = C + X + I + I
          = CXII
2.
Penulisan bilangan Romawi yang sama secara berturut-turut paling banyak tiga kali.

Jika saat menguraikan bilangan tersebut diperoleh empat bilangan Romawi yang sama, maka hasilnya akan salah.
Cara yang benar adalah dengan mengurangkan bilangan romawi yang lebih besar dengan bilangan yang lebih kecil.

Jika penguraian mengandung unsur pengurangan, maka lambang bilangan yang dikurangi harus ditulis di sebelah kanan.
a. 4 = 1 + 1 + 1 + 1
       = I + I + I + I
       = IIII (salah)
Seharusnya
    4 = 5 - 1
       = V - I
       = VI (salah)
       = IV (dibalik, benar)

b. 90 = 50+10+10+10+10
         = L + X + X + X + X
         = LXXXX (salah)
Seharusnya
    90 = 100 - 10
        =  C - X
        = CX (salah)
        = XC (dibalik, benar)
3.
Pengulangan bilangan secara berturut-turut tidak berlaku bagi nilai yang dimulai dengan angka 5, di antaranya: 5 (V), 50 (L), 500 (D)

a. 15 = 5 + 5 + 5
        = V + V + V
        = VVV (salah)
Seharusnya
15 = 10 + 5
    = X + V
    = XV (benar)
1.500 = 500 + 500 + 500
         = D + D + D
         = DDD (salah)
seharusnya
1.500 = 1000 + 500
         = M + D
         = MD (benar)


Aturan penulisan dari bilangan Romawi menjadi bilangan asli sebagai berikut:
No.
Aturan
Contoh
1.
Jika lambang bilangan Romawi dimulai dari sebelah kiri nilainya berurutan dari besar ke kecil, maka nilai bilangan aslinya adalah hasil penjumlahan dari nilai bilangan Romawi tersebut.
a. VIII = V + I + I + I
          = 5 + 1 + 1 + 1
          = 8
b. CCLX = C + C + L + X
             = 100+100+50+10
             = 260
2.
Jika lambang bilangan Romawi di sebelah kiri lebih kecil, maka nilai bilangan aslinya adalah hasil pengurangan dari bilangan Romawi yang besar dengan yang kecil.
a. XC = X + C
         = 10 + 100
         = 110 (salah)
Seharusnya
XC = C - X
     = 100 -10
     = 90 (benar)
b. CM = C + M
          = 100 + 1000
          = 1100 (salah)
Seharusnya
CM = M - C
      = 1000 - 100
      = 900 (benar)


Comments